Dosen UMKU Bersama Aisyiyah Hidupkan Bank Sampah di Kalilopo untuk Bangun Kesadaran Lingkungan

RumahKabar
03, April, 2026, 08:49:00
Dosen UMKU Bersama Aisyiyah Hidupkan Bank Sampah di Kalilopo untuk Bangun Kesadaran Lingkungan

    Table of Contents

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan nyata. Salah satunya diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Kudus bersama Aisyiyah Desa Kalilopo, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Lingkungan yang bersih dan sehat menjadi tujuan utama dari program ini.

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan peran bank sampah sebagai sarana edukasi sekaligus solusi dalam mengatasi permasalahan sampah, khususnya sampah botol dan gelas plastik yang kian meningkat di lingkungan masyarakat. Melalui program ini, dosen UMKU berupaya menghidupkan kembali fungsi bank sampah agar lebih aktif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Keberadaan bank sampah diharapkan mampu menjadi pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain itu, program ini juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Warga diberikan pemahaman tentang dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan serta pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Selain itu, masyarakat juga memperoleh edukasi terkait mekanisme pengelolaan bank sampah, mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, hingga penyaluran sampah yang memiliki nilai ekonomis. Pendekatan ini dilakukan secara partisipatif agar mudah dipahami dan diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Tuti Nadhifah, S.E., M.E., dengan anggota Dian Rosita, S.Kom., S.H., M.H., Anisa Solichati, S.Pd., M.T., serta Heni Risnawati, S.E., M.Si., Akt. Jalannya kegiatan dimoderatori oleh Sherly Nur Ekawati, S.Tr.Kes., M.Kes., serta melibatkan mahasiswa yang turut berperan aktif mendampingi warga, khususnya dalam praktik pemilahan, pengelompokan, dan pengelolaan sampah botol maupun gelas plastik agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomis. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan warga dalam membangun kesadaran lingkungan.

Kolaborasi antara dosen UMKU dan Aisyiyah menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Aisyiyah sebagai organisasi perempuan di tingkat desa memiliki peran strategis dalam menggerakkan partisipasi masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Melalui pendekatan yang edukatif dan berkelanjutan, warga mulai menunjukkan perubahan perilaku dalam mengelola sampah. Kebiasaan membuang sampah sembarangan mulai beralih menjadi budaya memilah dan memanfaatkan sampah.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk melihat sampah sebagai peluang ekonomi. Sampah botol dan gelas plastik yang telah dipilah dapat ditabung di bank sampah dan memiliki nilai jual. Hal ini memberikan manfaat tambahan bagi warga sekaligus meningkatkan motivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi juga sebagai sumber nilai ekonomi.

Program pengabdian ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Kalilopo. Warga menyambut baik adanya pendampingan dan edukasi yang diberikan, serta berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Dengan adanya penguatan bank sampah, diharapkan kesadaran lingkungan masyarakat semakin meningkat. Lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan pun dapat terwujud.

Melalui kegiatan ini, dosen Universitas Muhammadiyah Kudus menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara akademisi dan masyarakat diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam menghadapi permasalahan lingkungan di tingkat desa. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain. Dengan demikian, gerakan peduli lingkungan dapat berkembang lebih luas (Eva).


Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.