IHSG Siap Meledak? 5 Saham Ini Diincar Asing Hari Ini!
- 1.1. 0,05%
- 2.1. 6.878,05
- 3.1. 6.850–7.085
- 4.1. Rekomendasi Saham Hari Ini
- 5.1. Saham
- 6.1. Strategi
- 7.1. Target Harga
- 8.1. Rp 8,2 triliun
- 9.1. IPO CDIA Diperpanjang
- 10.1. Sentimen Global dan Domestik
- 11.1. Kesimpulan
- 12.1. Ikuti terus perkembangan dan analisis saham harian hanya di RumahKabar—temukan peluang investasi terbaik setiap hari!
Table of Contents
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis, 3 Juli 2025, dengan catatan stabil, hanya terkoreksi tipis sebesar 0,05% ke level 6.878,05. Meskipun tampak datar, analis menyebut bahwa pasar sedang mengumpulkan momentum untuk rebound dalam beberapa hari ke depan. Hal ini ditopang oleh kombinasi teknikal jangka pendek, sentimen positif dari Wall Street, dan aksi akumulasi asing pada saham-saham komoditas dan konsumsi.
Menurut data yang dihimpun dari beberapa sekuritas terkemuka, IHSG diprediksi bergerak dalam kisaran 6.850–7.085 pada awal Juli 2025. Meskipun volume transaksi masih terbatas, namun tanda-tanda penguatan mulai tampak pada saham sektor energi terbarukan, batu bara, dan consumer goods.
Rekomendasi Saham Hari Ini:
| Saham | Strategi | Target Harga |
|---|---|---|
| ICBP (Indofood CBP) | Buy on Weakness | Rp 12.000–12.500 |
| SSMS (Sawit Sumbermas) | Buy | Rp 1.050–1.120 |
| PGEO (Pertamina Geothermal) | Buy | Rp 1.380–1.420 |
| MBMA (Merdeka Battery) | Swing Trade | Rp 478–490 |
| UNVR (Unilever Indonesia) | Speculative Buy | Rp 3.800–3.900 |
Sektor yang mendapatkan perhatian lebih besar hari ini adalah tambang, khususnya nikel dan batu bara, seiring meningkatnya permintaan global dan harga acuan yang masih relatif tinggi. Investor asing juga mulai mengoleksi saham energi seperti MEDC dan PGEO sebagai bagian dari rotasi ke sektor yang defensif terhadap gejolak global.
Saham sektor konsumsi juga masuk radar analis karena daya beli masyarakat menjelang libur semester dua. Saham seperti ICBP, AMRT, dan UNVR masuk dalam jajaran watchlist karena fundamental yang solid dan potensi earnings recovery.
Volume transaksi di pasar modal memang belum tinggi, tercatat sekitar Rp 8,2 triliun, di bawah rata-rata harian tahun ini. Namun pergerakan asing menunjukkan pola akumulasi perlahan, terutama pada saham dengan kapitalisasi menengah dan besar yang memiliki prospek jangka panjang.
IPO CDIA Diperpanjang
PT Chandra Daya Investasi (CDIA), anak usaha dari grup Prajogo Pangestu, memperpanjang masa penawaran umum perdana saham (IPO) dari 2–4 Juli menjadi 2–7 Juli 2025. IPO ini ditargetkan menghimpun dana hingga Rp 2,3 triliun, dan diproyeksi listing di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli. Hal ini menjadi sorotan karena sektor infrastruktur kembali mendapat sorotan dari investor ritel dan institusi.
Sentimen Global dan Domestik
Pasar global memberikan sinyal positif, dengan bursa Amerika Serikat mencatatkan penguatan tiga indeks utama. Dow Jones naik 0,77%, S&P 500 menguat 0,83%, dan Nasdaq melesat 1,03%. Kinerja Wall Street yang solid diyakini memberikan efek domino bagi pasar Asia, termasuk Indonesia.
Sementara itu, dari dalam negeri, ekspektasi terhadap reformasi regulasi impor dan peluncuran sovereign wealth fund Danantara ikut menjadi penopang sentimen positif bagi investor institusi. Pemerintah juga diyakini akan menjaga suku bunga tetap stabil dalam rapat BI selanjutnya guna mendukung pertumbuhan sektor riil.
Kesimpulan
Meskipun IHSG saat ini masih bergerak di kisaran mendatar, potensi penguatan dalam waktu dekat terbuka lebar. Strategi yang disarankan adalah buy on weakness untuk saham-saham defensif dan swing trade untuk sektor yang sedang panas seperti energi dan konsumsi.
Ikuti terus perkembangan dan analisis saham harian hanya di RumahKabar—temukan peluang investasi terbaik setiap hari!
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.