Israel Tetap Gempur Gaza Meski Abaikan Peringatan Trump dan Seruan Dunia

RumahKabar
09, Oktober, 2025, 07:43:01
Israel Tetap Gempur Gaza Meski Abaikan Peringatan Trump dan Seruan Dunia

Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat, baru-baru ini mengungkapkan bahwa Hamas, kelompok Palestina yang terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan Israel, menyatakan kesiapannya untuk mencapai perdamaian abadi. Pernyataan ini muncul setelah Hamas memberikan respon terhadap proposal damai yang diajukan Trump dengan tujuan mengakhiri perang yang berlangsung di Gaza. Trump menegaskan bahwa negosiator dari AS saat ini terlibat dalam perundingan yang berlangsung di Mesir, berharap untuk mencapai kesepakatan yang membawa stabilitas di kawasan tersebut.

Sementara itu, Israel justru tampak mengabaikan permintaan Trump untuk menghentikan pengeboman di Gaza, yang merupakan bagian dari perundingan damai. Dalam pernyataannya, Trump menyatakan bahwa perdamaian sudah dekat. Ia menggarisbawahi bahwa pihaknya akan terus melakukan tindakan demi menghapus kekuatan Hamas dan memulangkan para sandera yang diambil oleh kelompok tersebut.

“Kita akan terus bertindak untuk mencapai semua tujuan perang, termasuk memulangkan semua korban penculikan, menghapuskan kekuasaan Hamas, dan memastikan bahwa Gaza tidak akan lagi menjadi ancaman bagi Israel,” ungkap Trump dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis melalui kantornya, seperti dilansir oleh AFP.

Namun, pemerintah Gaza menyampaikan kritik terhadap Israel yang terus melakukan agresi brutal terhadap rakyat Palestina, meskipun telah ada seruan untuk gencatan senjata yang dibuat oleh Trump. Menurut mereka, Israel mengabaikan tanggapan positif terhadap proposal damai yang diusulkan Trump.

Serangan Terus Berlanjut

Trump mengungkapkan keyakinannya bahwa kesepakatan damai di Timur Tengah sangat mungkin tercapai. Dalam konferensi pers yang diadakan di Ruang Oval Gedung Putih, ia menyatakan, “Kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan di Timur Tengah yang akan membawa perdamaian.” Dalam kesempatan tersebut, Trump berdiskusi dengan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dan menawarkan gambaran optimis mengenai situasi yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Gedung Putih mengumumkan bahwa utusan khusus Trump, Steve Witkoff, serta menantunya, Jared Kushner, akan terlibat aktif dalam proses negosiasi tersebut. Dilansir dari Al Jazeera, Trump diketahui mendesak Israel untuk segera menghentikan pengeboman Gaza, yang ditujukan sebagai respons terhadap serangan kelompok Hamas yang menewaskan ribuan orang.

Pada kegiatan sebelumnya, Trump menyampaikan agenda proposal berisi 20 poin untuk perdamaian di Gaza. Meskipun demikian, Israel tetap melanjutkan serangan dan diketahui telah menewaskan ratusan warga Palestina. Pasukan Israel telah meluncurkan lebih dari 230 serangan udara di Gaza sejak awal bulan ini, menewaskan tidak kurang dari 118 orang.

Meskipun mengajukan permintaan penghentian serangan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan bombardirannya di Gaza. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa serangan ini telah menyebabkan lebih dari 67 ribu warga Palestina kehilangan nyawa. Dalam hal ini, Israel terlihat mbalelo, atau tidak mau melaksanakan permintaan Trump, meskipun mantan presiden tersebut tetap optimis bahwa kesepakatan damai segera tercapai.

Keadaan Mengerikan di Gaza

Jumlah korban tewas di Gaza diperkirakan jauh lebih tinggi karena masih banyak mayat yang tertimbun reruntuhan. Selain isu korban jiwa, perang berkepanjangan ini juga menyebabkan jutaan warga Gaza terpaksa mengungsi dan terancam kelaparan akibat hancurnya infrastruktur dan minimnya akses terhadap kebutuhan pokok.

Trump menegaskan bahwa saat ini merupakan hari-hari yang sangat menentukan bagi jalannya proses perdamaian. Ia mendesak agar Israel dan Hamas segera menemui titik temu terkait proposal yang diajukan. “Saya pikir ada kemungkinan kita bisa mencapai perdamaian di Timur Tengah. Kami ingin pembebasan para sandera segera,” tambahnya.

Dia melanjutkan bahwa tim dari AS saat ini berada di lokasi negosiasi dan berbagai negara di seluruh dunia telah menunjukkan dukungan terhadap rencana tersebut. Trump mencatat, “Tim kami sekarang ada di sana, tim lain baru saja pergi, dan negara-negara lain, secara harfiah setiap negara di dunia, telah mendukung rencana tersebut.”

Proses Negosiasi yang Rumit

Penting untuk dicatat bahwa negosiasi tidak langsung antara Israel dan Hamas saat ini sedang berlangsung di kota resor Sharm El-Sheikh, Mesir, berbasiskan rencana yang diajukan Trump. Proses perundingan ini tentunya bukanlah hal yang sederhana dan melibatkan banyak kepentingan yang saling bertentangan baik dari kedua belah pihak maupun dari negara-negara lain.

Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi saat ini sangat besar. Setiap upaya untuk menciptakan perdamaian di kawasan tersebut harus berhadapan dengan beragam faktor, termasuk ketidakpercayaan antara pihak-pihak yang terlibat dan kondisi kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza.

Simpulan

Perkembangan terbaru dalam upaya menciptakan perdamaian di Timur Tengah menunjukkan bahwa tantangan yang ada cukup besar. Meskipun Trump mengumumkan bahwa Hamas siap untuk perdamaian abadi dan perundingan dilakukan, kenyataan di lapangan menunjukkan situasi yang kompleks. Penting bagi semua pihak untuk bersikap proaktif dan mengambil langkah konkret untuk mengakhiri penderitaan rakyat yang terdampak perang. Di tengah isu yang terus membara, harapan akan perdamaian mungkin masih ada, namun pelaksanaan nyata-nya memerlukan usaha dari semua pihak yang terlibat dalam konflik ini.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.