Kematian Tragis Influencer Turki Pengidap Anoreksia dengan Berat Badan Hanya 23 Kg

RumahKabar
06, Juli, 2025, 21:44:00
Kematian Tragis Influencer Turki Pengidap Anoreksia dengan Berat Badan Hanya 23 Kg

Kematian Tragis Influencer Turki Nihal Candan Akibat Anoreksia

Pada 21 Juni 2025, dunia maya dikejutkan dengan kabar meninggalnya Nihal Candan, seorang influencer dan bintang reality show asal Turki, yang wafat pada usia 30 tahun setelah berjuang melawan anoreksia nervosa. Berat tubuhnya dilaporkan hanya mencapai 23 kilogram, setelah kehilangan hampir 40 kilogram dalam dua tahun terakhir. Ia meninggal di rumah sakit setelah mengalami dua kali henti jantung yang tidak dapat diselamatkan oleh tim medis.

Perjalanan Karier dan Kehidupan Pribadi

Nihal Candan dikenal luas setelah mengikuti ajang reality show "Bu Tarz Benim" pada tahun 2014 dan kemudian tampil dalam "Survivor Turki". Popularitasnya meningkat pesat, diikuti dengan peluncuran bisnis kecantikan pribadi, Nihal Candan Beauty Center. Di platform media sosial, ia memiliki hampir 900.000 pengikut, membagikan konten seputar kecantikan, fashion, dan gaya hidup.

Pada November 2023, Nihal dan saudara perempuannya, Bahar Candan, ditangkap atas tuduhan penipuan dan pencucian uang terkait skema penjualan mobil dengan harga diskon. Selama masa tahanan, kondisi mental dan fisiknya memburuk, dan ia didiagnosis menderita anoreksia. Akibat kondisi kesehatannya yang memburuk, Nihal dibebaskan dari penjara pada awal 2025.

Reaksi Masyarakat dan Diskusi Tentang Standar Kecantikan

Kematian Nihal Candan memicu perdebatan luas di Turki mengenai dampak standar kecantikan yang tidak realistis dan tekanan sosial yang ditimbulkan oleh media sosial. Federasi Asosiasi Perempuan Turki (TKDF) mengeluarkan pernyataan yang mengutuk "tekanan mematikan" yang dihadapi perempuan untuk memenuhi standar kecantikan tertentu. Mereka menyoroti bagaimana media dan acara televisi seringkali mengobjektifikasi perempuan, mendorong mereka untuk mengambil risiko yang dapat membahayakan nyawa.

Psikiater Taha Can Tuman menekankan bahwa media sosial yang mempromosikan citra tubuh yang tidak realistis dapat menyebabkan ketidakpuasan tubuh, rasa malu, dan meningkatkan risiko gangguan makan seperti anoreksia. Ia menyarankan agar masyarakat lebih kritis terhadap konten yang disajikan di media sosial dan lebih mendukung individu dalam menerima diri mereka apa adanya.

Kesimpulan

Kematian Nihal Candan menjadi pengingat tragis akan pentingnya kesadaran tentang kesehatan mental dan dampak negatif dari standar kecantikan yang tidak realistis. Ini juga menyoroti perlunya dukungan sosial yang lebih besar bagi individu yang berjuang dengan gangguan makan. Masyarakat diharapkan dapat lebih memahami dan mendukung mereka yang menghadapi tantangan ini, serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan penuh empati.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.