Prabowo Siap Teken Perpres MBG, Ini 6 Catatan Penting dari Legislator

RumahKabar
06, Oktober, 2025, 08:42:29
Prabowo Siap Teken Perpres MBG, Ini 6 Catatan Penting dari Legislator

Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini menjadi perhatian serius karena banyaknya kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah, terutama yang melibatkan anak-anak sekolah. Dalam kesepakatan yang dihasilkan oleh Komisi IX DPR, banyak hal yang perlu diatur agar program MBG ini berjalan dengan efektif dan aman.

Salah satu fokus utama dari pertemuan ini adalah pengawasan dalam pelaksanaan program MBG. Yahya Zaini, wakil Ketua Komisi IX DPR, mengungkapkan bahwa pentingnya pengawasan ketat tidak hanya pada makanan yang disajikan, tetapi juga pada pengelolaan dan distribusinya. Kami berulangkali mengingatkan supaya BGN menjalin kerjasama dengan BPOM, Pemda, Dinkes, Puskesmas, dan Sekolah dalam melakukan pengawasan,” ungkapnya.

Terkait dengan distribusi makanan, Yahya juga menekankan perlunya melibatkan pemerintah daerah dan sekolah secara penuh agar pengawasan dapat dilakukan secara efektif. Banyaknya kasus keracunan karena SOP tidak dijalankan, dan karena lemahnya pengawasan, tuturnya. Pengawasan yang baik dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi.

Lebih jauh, dia menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dalam program MBG harus berbasis pada hasil yang nyata. Jangan sampai program MBG hanya menyediakan makanan tetapi tidak memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai usia anak, ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas makanan yang diberikan sangat penting demi kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Koordinasi antara Lembaga dan Pihak Terkait

Puan Maharani, Ketua DPR RI, mendukung langkah penerbitan Perpres mengenai MBG yang dinilai sangat penting untuk meningkatkan status gizi anak-anak di Indonesia. Namun, Puan juga mencatat bahwa sistem yang ada saat ini masih memiliki sejumlah kelemahan, terutama dalam hal kualifikasi dan kompetensi tenaga yang terlibat. Ini tentu saja berkaitan dengan kepentingan anak-anak, bahkan Bapak Presiden pun sudah menyampaikan bahwa ini satu program sangat penting,” kata Puan.

Ashabul Kahfi, Anggota Komisi IX DPR, menyoroti bahwa koordinasi antara kementerian dan lembaga perlu diatur lebih lanjut dalam Perpres. Wajib ada mekanisme uji laboratorium oleh Labkesda dan Kesling, serta larangan pangan ultra-proses yang berlebihan, tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi antara layanan kesehatan dan pendidikan juga harus dilakukan agar program ini maksimal dan terarah.

Pentingnya Kualitas dan Keamanan Makanan

Dalam melakukan pengawasan, penting juga untuk memastikan bahwa kualitas dan keamanan makanan yang disajikan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Menurut Nurhadi, setiap dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memiliki tiga stakeholder utama yang dilatih sesuai bidangnya. Yaitu kepala dapur, akuntan, dan ahli gizi, katanya.

Dia juga menekankan perlunya pembekalan pelatihan kepada karyawan dan relawan dapur agar mereka memahami SOP yang berlaku. Makanan yang diproduksi harus sesuai dengan standar keamanan dan mutu yang ditetapkan, sambung Nurhadi. Pembatasan kapasitas produksi juga perlu diberlakukan untuk menjaga kualitas makanan yang dihasilkan.

Lebih lanjut, dia merekomendasikan agar jumlah penerima per dapur ditetapkan maksimal 2.500 porsi per hari. Ini berbeda dari sebelumnya yang mencapai 3.000 hingga 4.000 porsi. Dengan cara ini, proses produksi bisa lebih terkontrol dan kualitas makanan dapat lebih terjamin.

Pentingnya Edukasi kepada Masyarakat

Selain pengaturan di tingkat pemerintah dan lembaga, perlu juga ada edukasi yang tepat kepada masyarakat. Nurhadi menggarisbawahi pentingnya memberikan informasi yang jelas kepada orang tua dan masyarakat mengenai cara memilih dan mengawasi makanan yang diterima anak-anak mereka.

Dalam setiap paket makanan, sebaiknya dicantumkan juga peringatan waktu konsumsi. Sehingga anak-anak penerima MBG mendapatkan makanan dalam kondisi aman dan layak konsumsi, tuturnya. Dengan memperhatikan hal-hal ini, diharapkan kualitas makanan yang disajikan akan menjadi lebih baik dan aman untuk anak-anak.

“Setiap paket makanan juga sangat disarankan untuk mencantumkan keterangan waktu konsumsi, akinya produk pangan yang memiliki keterangan best before atau batas kadaluarsa,” tambah dia.

Simpulan

Dengan berbagai rekomendasi dan langkah-langkah yang diusulkan, diharapkan Perpres mengenai Makan Bergizi Gratis ini dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan terarah. Pengawasan yang ketat, koordinasi yang baik antara lembaga terkait, serta edukasi kepada masyarakat menjadi kunci untuk mencapai tujuan dari program ini. Kesehatan anak-anak haruslah menjadi prioritas utama demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.