Terungkap! Sosok Pahlawan Gunung Rinjani yang Turun ke Jurang 600 Meter Demi Evakuasi Juliana Marins

RumahKabar
03, Juli, 2025, 10:28:20
Terungkap! Sosok Pahlawan Gunung Rinjani yang Turun ke Jurang 600 Meter Demi Evakuasi Juliana Marins

Agam Rinjani, nama yang kini dikenal luas setelah aksinya yang penuh keberanian dalam mengevakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins, dari jurang Gunung Rinjani. Agam, yang memiliki nama lengkap Abdul Haris Agam, adalah seorang relawan SAR sekaligus pemandu pendakian yang telah mengabdikan hidupnya untuk keselamatan para pendaki di salah satu gunung tertinggi di Indonesia.

Lahir pada 22 Desember 1988 di Makassar, Agam telah menetap di kawasan Sembalun, Nusa Tenggara Barat sejak tahun 2015. Sejak saat itu, ia aktif menjadi bagian dari komunitas pendakian dan tim relawan penyelamatan di Gunung Rinjani. Dengan lebih dari 574 kali kunjungan ke Rinjani dan 352 kali mencapai puncak, Agam adalah sosok yang sangat berpengalaman di medan yang ekstrem tersebut.

Nama Agam mulai banyak diperbincangkan publik sejak tragedi yang menimpa Juliana Marins, seorang pendaki asal Brasil yang terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 600 meter di jalur Torean pada 21 Juni 2025. Setelah pencarian selama tiga hari, jenazah Juliana berhasil ditemukan pada 24 Juni. Namun proses evakuasinya menjadi tantangan besar karena lokasi yang terjal dan sangat berbahaya.

Agam bersama tiga relawan lainnya nekat menuruni jurang dengan teknik tali tambang dan peralatan pendakian yang minim. Mereka bahkan harus menginap di lereng curam demi memastikan jenazah bisa dievakuasi dengan selamat. Aksi tersebut menuai apresiasi luas, baik dari masyarakat Indonesia maupun warga Brasil yang turut menyaksikan proses penyelamatan melalui berbagai pemberitaan.

Dedikasi Agam dalam dunia SAR sebenarnya bukan hal baru. Ia pernah terlibat dalam evakuasi pendaki asal Israel yang terjatuh di kedalaman 160 meter di tahun 2022. Pengalamannya dalam berbagai operasi penyelamatan membuatnya menjadi sosok penting dalam setiap proses evakuasi darurat di kawasan Rinjani.

Pemerintah pun memberikan penghargaan atas keberanian dan dedikasinya. Pada 1 Juli 2025, Agam bersama tim relawan lainnya menerima penghargaan dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Raja Juli Antoni, di Jakarta. Selain itu, publik Brasil pun menunjukkan rasa terima kasih yang luar biasa dengan menggalang donasi yang mencapai lebih dari Rp1,5 miliar untuk tim evakuasi.

Agam mengaku tak mengharapkan imbalan atas tindakannya. Bagi pria berusia 36 tahun ini, menolong sesama manusia di gunung adalah panggilan hati. Ia hanya berharap agar semua pendaki selalu mengutamakan keselamatan dan menghormati alam.

“Saya hanya ingin mereka pulang dalam keadaan selamat. Kalau pun ada musibah, kita sudah siap semampu kita,” ujar Agam dalam wawancara singkat setelah menerima penghargaan.

Keberanian Agam tidak hanya menyelamatkan jenazah Juliana, tetapi juga menunjukkan kepada dunia bahwa semangat gotong royong dan kepedulian antar sesama masih sangat hidup di Indonesia. Sosoknya kini menjadi inspirasi, tidak hanya bagi komunitas pendaki, tetapi juga bagi siapa saja yang menghargai nilai kemanusiaan dan pengorbanan.

Kisah Agam Rinjani merupakan pengingat bahwa di balik keindahan alam Indonesia, selalu ada sosok-sosok luar biasa yang menjaga dan melindungi para petualang. Semoga keteladanan Agam dapat terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai alam dan peduli terhadap sesama.

Untuk informasi inspiratif dan berita lainnya, ikuti terus kabar terkini hanya di RumahKabar.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.