Usai Haji, Prabowo Akan Hadiri KTT BRICS Brasil

RumahKabar
02, Juli, 2025, 08:12:44
Usai Haji, Prabowo Akan Hadiri KTT BRICS Brasil

Jakarta, 2 Juli 2025 – Setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan bertolak ke Brasil untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS. Kehadiran Indonesia dalam forum ini menandai langkah strategis pemerintahan Prabowo dalam memperluas kerja sama global, khususnya dengan negara-negara berkembang.

KTT BRICS yang akan digelar di Rio de Janeiro ini mengusung tema “Inclusive Growth and Sustainable Development”. Indonesia hadir sebagai negara mitra strategis, dengan fokus pada penguatan ekonomi multipolar, kolaborasi pembangunan berkelanjutan, dan solidaritas Selatan-Selatan.

"Presiden Prabowo akan memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan visi Indonesia dalam memperkuat peran negara-negara berkembang di tengah dinamika global yang semakin kompleks," ujar Juru Bicara Kepresidenan dalam pernyataan resmi.

BRICS sendiri merupakan akronim dari lima negara anggota awal: Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, aliansi ini semakin diperluas dengan keterlibatan negara-negara lain yang memiliki kepentingan bersama dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang.

Keikutsertaan Indonesia dalam KTT ini bukan sebagai anggota tetap, tetapi sebagai mitra dialog strategis yang potensial untuk bergabung di masa depan. Pemerintah Indonesia menilai bahwa kerja sama dengan BRICS dapat membuka peluang besar dalam bidang investasi, teknologi, pertanian, pertahanan, hingga ketahanan pangan dan energi.

Selain menghadiri sesi pleno KTT, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa kepala negara anggota BRICS. Pertemuan ini ditujukan untuk memperkuat hubungan bilateral dan menjajaki proyek-proyek strategis di berbagai sektor.

Dalam kunjungan ke Brasil ini, Presiden Prabowo akan didampingi oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, dan Kepala BKPM. Delegasi Indonesia dirancang untuk memperkuat diplomasi ekonomi sekaligus mempresentasikan potensi strategis Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Menurut pengamat hubungan internasional, kehadiran Indonesia di KTT BRICS dapat menjadi batu loncatan untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam geopolitik global, khususnya dalam menghadapi ketegangan antara blok barat dan timur.

"Indonesia memainkan peran penting sebagai negara nonblok yang dapat menjembatani kepentingan negara-negara maju dan berkembang. Keterlibatan dalam forum BRICS bisa menjadi alat diplomasi ekonomi dan politik yang efektif," ujar salah satu analis politik internasional dari LIPI.

Kehadiran Presiden Prabowo juga menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya fokus pada urusan domestik, tetapi juga aktif memperjuangkan kepentingan nasional dalam konteks global. KTT ini diharapkan mampu memberikan ruang lebih besar bagi negara berkembang untuk menentukan arah kebijakan ekonomi dunia yang lebih inklusif.

Simak kabar politik luar negeri, diplomasi ekonomi, dan peran Indonesia di panggung dunia hanya di RumahKabar. Jangan lewatkan berita menarik lainnya dari RumahKabar.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.