Trump Menang Lagi, RUU Utang Rp53.000 T Disahkan Senat
2 Juli 2025 – Mantan Presiden AS Donald Trump kembali memetik kemenangan politik besar setelah Senat AS menyetujui undang-undang perpajakan dan utang—yang disebut sebagai "One Big Beautiful Bill"—yang mencakup peningkatan plafon utang hingga sekitar Rp 53.000 triliun (US$ 5 triliun). Langkah ini dianggap sebagai kemenangan besar Trump sekaligus pemicu kontroversi terkait beban fiskal jangka panjang.
Senat yang didominasi Partai Republik mengesahkan RUU tersebut dengan suara tipis 51–50, di mana Wakil Presiden JD Vance menggunakan hak suaranya sebagai penentu. Keputusan ini terjadi setelah berhari-hari debat panjang dan perlawanan dari beberapa senator Partai Republik moderat seperti Thom Tillis, Susan Collins, dan Rand Paul.
Presiden Trump menyebut paket tersebut sebagai “big, beautiful bill” yang tidak hanya memperpanjang pemotongan pajak era 2017, tetapi juga menetapkan funding besar untuk keamanan perbatasan, pengeluaran militer, dan reformasi imigrasi.
Isi Utama RUU dan Manfaat yang Diklaim
- Perpanjangan pemotongan pajak 2017, termasuk pembebasan pajak untuk tips dan lembur serta insentif kendaraan dan anak-anak—menurut Trump, ini akan meningkatkan pendapatan rumah tangga kelas pekerja.
- Peningkatan plafon utang sebesar US$ 5 triliun untuk menghindari gagal bayar.
- Peningkatan pendanaan untuk pertahanan, penegakan imigrasi, dan pengamanan perbatasan.
Pro dan Kontra
| Pihak | Pendapat |
|---|---|
| Trump & pendukung GOP | Mengklaim RUU ini akan memacu ekonomi dan mengurangi defisit melalui pertumbuhan fiskal; dipromosikan sebagai tonggak legislatif kedua Trump. |
| Senator moderat (Collins, Tillis, Paul) | Menolak karena takut pemotongan Medicaid dan bantuan sosial akan merugikan jutaan warga terdampak. |
| Congressional Budget Office (CBO) | Memperkirakan RUU akan menambah defisit sekitar US$ 3,3 triliun dalam sepuluh tahun. |
| Senator Ron Johnson | Mengkritisi bahwa pengurangan pengeluaran perlu lebih dalam sebelum menyetujui utang besar. |
Pendukung klaim bahwa RUU akan mendongkrak ekonomi meski secara resmi analis nonpartisan meramalkan efek sebaliknya. Administrasi Trump berargumen bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan menutup celah defisit, namun skeptisisme dari CBO dan lembaga independen lainnya tetap tinggi.
Perjalanan RUU ini belum selesai. Langkah berikutnya adalah pengesahan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (House), di mana Speaker Mike Johnson telah memperingatkan agar Senat tidak melakukan banyak revisi. Jika lolos, Trump akan segera menandatanganinya—“saya pikir ini akan lebih mudah di House dibanding di Senat,” ujarnya.
Renungan Akhir
Kemenangan legislatif Trump ini menjadi salah satu pencapaian terbesar di masa jabatannya yang kini dijalani secara “kali kedua”. Namun, langkah ini juga mengundang kekhawatiran tentang keberlanjutan fiskal jangka panjang dan dampak pemangkasan program sosial—hal-hal yang bisa berdampak kuat pada kelas menengah dan rentan.
Ikuti terus pembaruan mendalam mengenai perkembangan lanjut RUU ini, isu utang nasional AS, dan dinamika politik global hanya di RumahKabar.
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.