Sebanyak 20 pendidik dari berbagai daerah di Indonesia menerima penghargaan Mentari National Awards for Educators (MNAE) 2026 pada Rabu, 30 September 2026. Apresiasi ini diberikan atas inovasi pembelajaran yang dikembangkan di sekolah masing-masing, mulai dari pemanfaatan teknologi hingga proyek lingkungan.
Ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Mentari Group tersebut mencatatkan total 770 pendaftar. Para peserta berasal dari 228 kota atau kabupaten serta 679 sekolah di seluruh penjuru tanah air.
Dari ratusan pendaftar, terpilih 20 pendidik terbaik yang dibagi ke dalam tiga kategori penghargaan. Rinciannya meliputi 10 penerima Mentari Changemaker Awards, lima penerima Mentari Leadership Awards, serta lima penerima Mentari Educator Awards.
Sejumlah pendidik menghadirkan terobosan kreatif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Inovasi yang dikembangkan mencakup pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan kecerdasan artifisial, hingga program literasi yang terintegrasi dengan aksi peduli lingkungan.
Beragam Inovasi dari Berbagai Daerah
Mahendra Surya dari SMP Nation Star Academy Surabaya mengembangkan pembelajaran IPA berbasis proyek. Siswa diajak mempelajari pencemaran plastik sekaligus membuat prototipe bioplastik dari material yang dapat terurai secara hayati.
Menurut Mahendra, pembelajaran sains tidak seharusnya hanya berfokus pada penghafalan konsep semata. Siswa perlu mengalami langsung proses ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan di dunia nyata.
Sementara itu, Desi Susanti dari SMA Negeri 1 Sendawar, Kutai Barat, Kalimantan Timur, menciptakan metode Detektif Sains. Ia mengubah pelajaran fisika menjadi kegiatan penyelidikan menggunakan Soundcard Oscilloscope dan chatbot kecerdasan artifisial.
Metode tersebut dilaporkan berhasil mencapai tingkat ketuntasan materi hingga 100 persen. Desi juga membagikan praktik baik tersebut melalui kanal YouTube pribadinya serta berbagai pelatihan guru.
Di Nusa Tenggara Timur, Meildy Louisa Kese dari Sekolah Lentera Harapan Labuan Bajo mengembangkan Gerakan Sekolah Menulis Buku. Program tahunan ini melibatkan siswa dalam penulisan karya, festival literasi, hingga pameran yang hasilnya mendukung penanaman lebih dari 200 anakan bambu.
Apresiasi dan Dukungan Pendidikan Berkelanjutan
Kepala Kelompok Kerja Pendidikan Dasar dan Menengah Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah periode 2023 hingga 2026, Andri Nurcahyani, memberikan penilaian positif. Ia menyatakan bahwa praktik baik tersebut penting untuk dibagikan sebagai referensi bagi sekolah lain.
Executive Director Mentari Group, Natalina Rimba, berharap para penerima penghargaan dapat terus konsisten mengembangkan inovasi. Kurikulum Merdeka Dinilai Efektif Tingkatkan Kreativitas dan Inovasi Siswa Sekolah yang berjalan saat ini juga sejalan dengan semangat memajukan mutu pendidikan.
Penyelenggaraan MNAE 2026 turut dikaitkan dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs keempat mengenai pendidikan berkualitas. Penguatan peran guru dinilai menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut.
Simpulan
Sebanyak 20 pendidik dari berbagai daerah sukses meraih penghargaan Mentari National Awards for Educators 2026 berkat inovasi pembelajaran yang mereka terapkan di sekolah. Keberhasilan ini menunjukkan tingginya kreativitas guru dalam menciptakan metode belajar yang berdampak nyata bagi siswa dan lingkungan.
Apresiasi ini diharapkan mampu memotivasi para pendidik di seluruh Indonesia untuk terus membagikan pengalaman serta praktik baik mereka. Dengan demikian, kualitas pendidikan nasional dapat terus meningkat.