Seorang ibu atau istri yang setiap hari mengemban banyak tanggung jawab di rumah memerlukan waktu khusus untuk diri sendiri. Aktivitas ini dinilai penting guna menjaga kondisi mental serta emosional agar tidak mengalami kelelahan berkepanjangan.

Psikolog Ajeng Raviando menjelaskan bahwa setiap individu pada dasarnya memerlukan kesempatan untuk memulihkan tenaga yang terkuras karena aktivitas sehari-hari. Kebutuhan tersebut juga berlaku bagi para ibu yang kerap diasumsikan selalu mampu mengatasi berbagai keperluan keluarga tanpa henti.

Setiap manusia memerlukan waktu untuk mengisi ulang sumber daya yang dimilikinya. Demikian disampaikan Ajeng dalam acara Talkshow Wujudkan #TanggalMerahUntukIbu bersama #BapakBapakFrisianFlag di Trans Studio Mall Bandung, Jawa Barat, Minggu.

Menurutnya, pandangan bahwa seorang ibu selalu siap siaga menjalankan berbagai tugas rumah tangga justru kerap membuat kebutuhan personal mereka terabaikan. Situasi ini berpotensi memicu kelelahan fisik, rasa kewalahan, hingga kesulitan dalam mengendalikan emosi.

Dampak Buruk Mengabaikan Istirahat bagi Ibu

Ajeng mengibaratkan kondisi tanpa istirahat tersebut bagaikan perangkat seluler yang terus-menerus dipakai tanpa pernah diisi ulang dayanya. Saat energi seorang ibu habis, kestabilan emosionalnya pun ikut terganggu.

Kondisi yang kelewat lelah atau kewalahan membuat regulasi emosi menjadi kurang baik sehingga seseorang menjadi lebih mudah terpancing emosinya. Terkait pemenuhan hak kesehatan masyarakat, aspek mental para ibu di lingkungan keluarga juga memegang peranan krusial yang patut mendapat perhatian bersama.