Hubungan antara badan sepak bola dunia FIFA dan UEFA kembali memanas setelah FIFA melayangkan tuduhan resmi terkait tindakan pelecehan dan kampanye misinformasi. Perseteruan baru ini mencuat ke publik setelah dokumen hukum setebal 21 halaman diajukan ke pengadilan federal di Florida, Amerika Serikat.

Melalui firma hukum Linklaters, FIFA meminta pengadilan agar menolak permohonan yang diajukan oleh UEFA. Permohonan tersebut berkaitan dengan upaya pihak lawan untuk memperoleh dokumen serta kesaksian yang menyangkut rencana FIFA Forward Enterprise atau FFE milik Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Tuduhan Itikad Buruk dan Pembocoran Informasi

Dalam dokumen hukum yang sama, pihak pengacara FIFA menegaskan bahwa langkah-langkah yang ditempuh oleh UEFA menunjukkan itikad buruk. Tindakan tersebut dinilai murni bertujuan untuk melakukan pelecehan terhadap lembaga serta pimpinan tertinggi sepak bola dunia tersebut.

Selain masalah permohonan bukti, FIFA juga menuding UEFA sengaja membocorkan rencana permohonan hukum tersebut kepada awak media. Kebocoran itu terjadi sebelum dokumen resminya benar-benar diajukan ke meja hijau pengadilan.

Situasi tersebut membuat pihak yang menjadi sasaran tuduhan kehilangan kesempatan untuk memberikan tanggapan awal. FIFA menilai dokumen yang disebarkan UEFA memuat berbagai pernyataan keliru serta menyesatkan publik mengenai lembaga mereka dan Gianni Infantino.

Simpulan

Konflik hukum antara dua otoritas sepak bola besar ini terus berlanjut di pengadilan federal Amerika Serikat menyusul sengketa dokumen FIFA Forward Enterprise. FIFA secara tegas meminta pengadilan menolak permintaan UEFA dan menyoroti adanya dugaan penyebaran informasi yang menyesatkan publik.