Konflik bersenjata di Yaman kembali memanas setelah koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangkaian serangan udara terhadap kelompok pemberontak Houthi di sepanjang pesisir Laut Merah. Operasi militer berskala besar tersebut diumumkan tidak lama setelah kelompok Houthi mengklaim berhasil menguasai sejumlah wilayah strategis baru di bagian barat daya negara tersebut.
Ketegangan yang kembali membara ini menjadi sorotan internasional di tengah dinamika geopolitik regional yang melibatkan berbagai pihak, termasuk dampak yang dirasakan pada stabilitas wilayah dan keamanan jalur perairan internasional seperti dalam catatan Ketegangan Houthi dan Arab Saudi Picu PJJ di Riyadh. Eskalasi militer ini menandai babak baru dalam konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.
Pengerahan Kekuatan Udara di Laut Merah
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan 100 jet tempur untuk memberikan dukungan langsung kepada pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Dukungan udara tersebut difokuskan di kawasan Selat Bab el-Mandeb yang memiliki arti vital bagi jalur pelayaran global.
Dalam operasi yang dilaporkan masih terus berlangsung, koalisi mengeklaim telah menghancurkan ratusan target milik kelompok Houthi. Kendati demikian, kampanye militer beserta rincian data kehancuran tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak luar.
Perebutan Kota Penting dan Jalur Strategis
Serangan udara tersebut merespons pergerakan agresif Houthi yang merebut Kota Turbah pada hari Minggu. Kota ini memegang peranan penting karena berada di jalur utama yang menghubungkan ibu kota Provinsi Taiz dengan Kota Aden yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan sementara Yaman.
Sebelum menguasai Turbah, kelompok Houthi lebih dulu merebut sejumlah desa di sekitar Taiz guna memperketat pengepungan terhadap kota terbesar ketiga di Yaman tersebut. Pada awal September, kelompok yang didukung Iran ini juga merebut Kota Mokha serta beberapa pulau di Laut Merah untuk mengendalikan sisi Yaman di Selat Bab al-Mandab, jalur perdagangan dunia yang dilewati sekitar 12 persen perdagangan global.
Simpulan
Peningkatan aktivitas militer di pesisir Laut Merah menunjukkan kemampuan kelompok Houthi dalam memperluas pengaruh teritorialnya di Yaman. Situasi ini memicu respons tegas dari koalisi pimpinan Arab Saudi dan pemerintah Yaman yang didukungnya.
Konflik yang kembali memanas ini mengancam stabilitas kawasan serta keamanan jalur perdagangan internasional yang sangat bergantung pada kelancaran pelayaran di Selat Bab el-Mandab.