Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan oleh anggota geng Kokorat San Ras di wilayah Gros-Morne, Haiti utara. Peristiwa kekerasan tersebut terjadi menyusul digelarnya operasi oleh Pasukan Penumpas Geng atau GSF multinasional di lokasi itu.

Berdasarkan laporan surat kabar Nouvelliste, insiden penyerangan ini mencuat setelah aparat keamanan multinasional menjalankan misi di kawasan tersebut. Dalam rangkaian operasi itu, tiga orang yang diduga kuat sebagai anggota kelompok geng dilaporkan mengalami luka tembak menurut keterangan sumber setempat.

Krisis dan Kendali Geng di Haiti

Negara Haiti sendiri telah lama terjebak dalam krisis politik berkepanjangan. Situasi pelik ini bermula sejak peristiwa pembunuhan Presiden Jovenel Moise yang terjadi pada Juli 2021.

Akibat lemahnya institusi negara, sebagian besar wilayah luas di Haiti kini jatuh di bawah kendali kelompok-kelompok bersenjata. Kawasan yang dikuasai geng tersebut bahkan mencakup area ibu kota serta fasilitas vital seperti terminal bahan bakar.

Peran Pasukan Multinasional

Menghadapi situasi keamanan yang memburuk, Pasukan Penumpas Geng atau GSF dikerahkan mulai Mei lalu. Pasukan multinasional ini tercatat telah diisi oleh lebih dari 1.000 personel dan ditargetkan untuk terus bertambah hingga mencapai 5.500 personel pada Desember.

Sementara itu, analis dari Global Initiative Against Transnational Organized Crime atau GI-TOC menilai kepolisian setempat masih kurang mendapat pelatihan yang memadai. Pelatihan tersebut dinilai penting untuk melakukan operasi di daerah pedesaan dan pegunungan, tempat di mana kekerasan geng bersenjata kian meluas.

Simpulan

Serangan geng Kokorat San Ras di Haiti utara yang menewaskan 12 orang terjadi di tengah situasi krisis keamanan yang belum usai. Upaya penanganan terus dilakukan melalui pengerahan pasukan multinasional GSF.

Lemahnya institusi negara serta keterbatasan aparat kepolisian lokal dalam menghadapi kelompok bersenjata di wilayah pedesaan masih menjadi tantangan besar bagi pemulihan keamanan di Haiti.