Seorang ibu rumah tangga bernama Regina Rombo Kodi berusia 48 tahun tewas mengenaskan setelah dianiaya anak kandungnya di Desa Waiholo, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa memilukan yang terjadi pada Jumat, 2 Oktober 2026 malam tersebut diduga dipicu kondisi pelaku yang mengalami gangguan kejiwaan.
Regina tewas di kediamannya yang berlokasi di Kampung Rada Meter, Desa Waiholo. Pelaku yang berinisial PPKL alias Petrus berusia 26 tahun, diduga melakukan aksi kekerasan tersebut secara mendadak saat berada di teras rumah bersama korban sekitar pukul 21.30 WITA.
Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus K. Sanam, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi awal, pelaku diduga mengidap gangguan jiwa sehingga tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait motif dan kondisi psikologis pelaku.
Kronologi Kejadian di Kampung Rada Meter
Sebelum peristiwa terjadi, korban diketahui sedang bersantai di bale-bale depan rumah bersama Petrus. Di dalam rumah tersebut juga terdapat dua saksi, yakni Wonda Mete berusia 37 tahun dan Hermanus Dita Kaka yang berumur 18 tahun yang sedang beristirahat.
Wonda Mete mendengar suara hantaman benda tumpul berkali-kali dari arah depan rumah. Ia sempat memanggil nama Regina untuk memastikan keadaan, namun tidak mendapatkan respons dari korban. Merasa curiga, Wonda segera keluar rumah untuk memeriksa situasi di bale-bale tersebut.
Ia terkejut menemukan Regina sudah dalam posisi tergeletak telungkup di tanah dengan kondisi tidak bernyawa. Kasus kekerasan tragis dalam keluarga ini mengingatkan pada peristiwa anak bunuh ibu tiri di Bandung gara gara porsi makan yang juga dipicu oleh masalah internal keluarga.
Pelaku Melarikan Diri Setelah Kejadian
Saat saksi Wonda keluar rumah, ia melihat Petrus sedang berjalan meninggalkan lokasi kejadian. Pelaku tampak membawa sebatang kayu di tangan kirinya, yang diduga kuat digunakan sebagai alat untuk menganiaya korban hingga meninggal dunia.
Wonda sempat mencoba membangunkan Regina yang sudah tidak bergerak, namun korban sudah dipastikan meninggal di tempat. Teriakan histeris saksi segera mengundang kedatangan tetangga dan warga sekitar yang langsung memadati lokasi kejadian untuk melihat kondisi Regina.
Keluarga korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Kodi Utara. Masalah kesehatan mental pada usia produktif sering kali menjadi pemicu tindakan impulsif berbahaya, sebagaimana diskusi mengenai apakah media sosial kini jadi sumber kegelisahan anak muda modern yang memengaruhi kondisi kejiwaan masyarakat saat ini.
Simpulan
Tragedi di Sumba Barat Daya ini menambah catatan kelam kasus kekerasan anak terhadap orang tua yang diduga berkaitan dengan gangguan kesehatan mental. Regina Rombo Kodi kehilangan nyawanya setelah dianiaya menggunakan sebatang kayu oleh anak kandungnya sendiri di depan rumah mereka.
Pihak kepolisian telah mengidentifikasi para saksi dan mengumpulkan bukti awal di tempat kejadian perkara. Saat ini, kepolisian fokus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri ke arah yang belum diketahui guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.