Seorang pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) bersama tiga anak buahnya dilaporkan tewas dalam kontak tembak dengan Satgas TNI di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Peristiwa penembakan yang melibatkan aparat keamanan dan kelompok bersenjata ini terjadi pada Jumat dini hari.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto menyampaikan identifikasi terhadap para korban telah selesai dilakukan. Kontak senjata tersebut melibatkan pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema.

Identitas Anggota OPM yang Tewas

Berdasarkan keterangan resmi, bentrokan bersenjata antara aparat TNI dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka berlangsung pada 25 September 2026. Aparat kemudian mengonfirmasi identitas para anggota kelompok tersebut pada Selasa.

Empat anggota kelompok bersenjata yang tewas dalam peristiwa tersebut meliputi Komandan Wilayah TPNPB-OPM Kodap III Balamai Dulla sekaligus pentolan kelompok, Hermanus Hogajau alias Pontianus Hogajau. Tiga pengikutnya yang turut tewas adalah Malobega Hogajau, Eselon Hogajau, dan Aguni Hogajau.

Rekam Jejak Kekerasan di Intan Jaya

Kelompok pimpinan Hermanus Hogajau dikenal kerap melakukan berbagai aksi kejahatan kemanusiaan di wilayah Intan Jaya. Catatan aparat menyebutkan kelompok ini terlibat dalam kasus pemerkosaan terhadap wanita desa serta petugas kesehatan.

Selain itu, kelompok tersebut juga melakukan perampokan harta benda, hasil bumi, dan ternak milik warga. Aksi kriminal lainnya mencakup penculikan anak serta perempuan, hingga pembakaran fasilitas umum seperti gereja dan sekolah.

Dalam insiden di Distrik Agisiga, kontak senjata bermula ketika kelompok Hermanus Hogajau menembakkan ratusan peluru tajam menggunakan senapan mesin ke arah Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema.

Antisipasi Ancaman Terhadap Warga

Aparat keamanan menilai keberhasilan operasi ini mampu mencegah aksi teror yang menyasar warga di sepuluh kampung di Distrik Agisiga. Pasukan gabungan berhasil mendeteksi rencana pergerakan kelompok tersebut sebelum memasuki permukiman penduduk.

Dengan langkah antisipasi tersebut, aktivitas sosial, ekonomi, serta kehidupan sehari-hari masyarakat di sepuluh kampung di Distrik Agisiga dapat tetap berjalan aman dan damai seperti sedia kala.

Simpulan

Kelompok bersenjata pimpinan Hermanus Hogajau tewas dalam kontak tembak dengan Satgas TNI di Kabupaten Intan Jaya. Operasi ini berhasil mencegah potensi ancaman keamanan bagi sepuluh kampung di wilayah tersebut.

Aparat gabungan memastikan situasi di lokasi kejadian kini tetap aman dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal tanpa gangguan.