Daftar sepuluh saham yang masuk dalam jajaran top losers sepekan mencatatkan penurunan harga tajam berkisar antara 34,00 persen hingga 48,00 persen. Penurunan signifikan tersebut menyeret sejumlah nama besar di bursa saham, termasuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan emiten dari grup MNC.
Berdasarkan data yang dihimpun KabarBursa.com per Senin, 05 Oktober 2026, tekanan jual dari para pemodal mendorong pergerakan saham-saham tersebut ke zona merah. Fenomena pelemahan ini terjadi bersamaan dengan situasi saat IHSG dibuka melemah tipis di awal Oktober 2026 dan saham GOTO anjlok.
Deretan Saham dengan Penurunan Terbesar
Posisi puncak saham paling merosot dihuni oleh emiten produsen makanan ringan PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) yang anjlok 48,00 persen dalam satu minggu. Penurunan tersebut membawa harga saham MAXI ke posisi Rp26 per lembar, dengan akumulasi pelemahan tahunan (YTD) sebesar 49,02 persen dan kapitalisasi pasar tersisa Rp249,86 miliar.
Peringkat kedua diisi oleh PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang terkoreksi 46,73 persen ke level Rp163 per lembar saham. Meski demikian, secara tahunan saham FORU masih membukukan kenaikan 89,53 persen dengan kapitalisasi pasar Rp27,47 triliun. Sementara itu, PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) menduduki posisi ketiga setelah susut 44,19 persen ke harga Rp24 per lembar.
Di urutan selanjutnya, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) sama-sama merosot 44,00 persen sepekan. Kedua saham parkir di level Rp28 per lembar, dengan nilai kapitalisasi pasar BABP sebesar Rp1,24 triliun dan WMUU senilai Rp362,35 miliar.
Tekanan Saham Ekosistem MNC dan GOTO
Grup MNC kembali mencatatkan anggotanya di jajaran papan bawah melalui PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) yang berada di posisi keenam. Saham BCAP tergerus 42,00 persen ke level Rp29 per lembar saham, sehingga pelemahan YTD mencapai 48,21 persen dengan kapitalisasi pasar Rp1,23 triliun.
Sementara itu, saham ekosistem teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada di peringkat ketujuh top losers sepekan. Harga saham GOTO terperosok 40,00 persen hingga menyentuh level Rp30 per lembar saham, yang membuat kinerjanya sejak awal tahun melandai minus 53,12 persen dengan kapitalisasi pasar tersisa Rp35,73 triliun. Pergerakan ini terus mendapat perhatian pelaku pasar, terlebih usai munculnya tanggapan saham GOTO usai kebijakan batas bawah baru BEI.
Tiga posisi terakhir dalam daftar sepuluh emiten paling tertekan dihuni oleh PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA), dan PT Net Visi Media Tbk (NETV). Saham ALKA tergelincir 38,24 persen ke Rp4.570 per lembar, namun masih mencatat lonjakan YTD sebesar 1.148,63 persen. Adapun ATLA susut 36,00 persen ke Rp32 per lembar, dan NETV tergerus 34,00 persen ke level Rp33 per lembar.
Sisi Berlawanan: Saham Top Gainers Melesat
Di tengah tekanan tajam pada jajaran pelemahan, beberapa saham justru mencatatkan lonjakan harga tinggi. Posisi teratas saham penguat terbesar (top gainers) ditempati oleh PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) yang meroket 142,42 persen sepekan ke harga Rp3.600 per lembar. Kenaikan BSWD memperpanjang penguatan tahunannya hingga 323,53 persen dengan kapitalisasi pasar Rp13,27 triliun.
Peringkat kedua dihuni pengelola jaringan bioskop CGV, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), yang melejit 80,00 persen sepekan ke harga Rp3.600 per lembar. Posisi ketiga diisi oleh PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) yang melesat 78,03 persen dalam sepekan hingga mencapai level Rp470 per lembar saham.
Simpulan
Pergerakan bursa saham dalam sepekan di awal Oktober 2026 mewarnai dinamika pasar modal dengan koreksi tajam pada sejumlah sektor utama. Saham-saham seperti MAXI, GOTO, hingga emiten grup MNC terdorong masuk ke jajaran pelemahan terbesar akibat kuatnya tekanan jual.
Di sisi lain, penguatan signifikan yang dialami saham-saham seperti BSWD dan BLTZ menunjukkan adanya divergensi performa emiten di bursa. Para pemodal diharapkan tetap memantau fundamental dan pergerakan teknikal masing-masing emiten sebelum mengambil tindakan investasi.