Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan bulan Oktober 2026 dengan koreksi tipis sebesar 0,05 persen ke level 6.068,24 pada Kamis (1/10/2026) pagi. Pelemahan ini terjadi di tengah penurunan tajam sektor teknologi yang dipicu oleh anjloknya harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.00 WIB, indeks tercatat menyusut 2,89 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Aktivitas transaksi di awal sesi mencatatkan volume sebesar 34,03 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp286,78 miliar yang dilakukan sebanyak 37,41 ribu kali.

Pergerakan Sektoral dan Kinerja Saham

Meskipun indeks utama berada di zona merah, pergerakan sektoral di bursa terpantau bervariasi. Sektor energi memimpin penguatan sebesar 0,54 persen, disusul oleh sektor properti yang naik 0,25 persen. Sebaliknya, sektor teknologi mengalami tekanan paling dalam dengan penurunan mencapai 2,14 persen. Sektor industri juga terpantau terkoreksi sebesar 0,39 persen pada pembukaan kali ini.

Sejumlah saham mencatatkan pergerakan harga yang signifikan pada awal perdagangan. Berikut adalah daftar emiten yang masuk dalam jajaran top gainers dan top losers:

Emiten Top GainersKenaikan (%)Harga (Rp)
PT Steady Safe Tbk (SAFE)24,56%710
PT Artha Mahiya Investama Tbk (SAFE)15,70%700
PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM)15,06%550
PT PP Property Tbk (PPRO)9,52%23

Sementara itu, di jajaran pencetak penurunan terdalam, saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) merosot 14,68 persen ke level Rp5.375 per saham. Tekanan jual juga menghantam tanggapan saham GOTO yang anjlok 12,50 persen ke harga Rp28 per saham.

Proyeksi Teknis dan Analisis Pasar

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih memiliki ruang untuk kembali menguat meskipun sebelumnya sempat mengalami tekanan jual yang cukup besar. Berdasarkan riset harian MNCS Daily Scope Wave, investor disarankan mencermati area koreksi terdekat di kisaran 6.050 hingga 6.079.

"Apabila masih mampu berada di atas 6.013, maka masih terdapat peluang IHSG menguat untuk menguji kembali area 6.152-6.196," tulis Herditya dalam risetnya.

Level 6.013 menjadi batas penting bagi pergerakan indeks. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka. Namun, jika menembus ke bawah, tekanan dapat berlanjut menuju level support di 6.041 dan 5.984. Sementara itu, level resistance berada pada angka 6.297 dan 6.419.

Target Akhir Tahun dari HSBC

Di sisi lain, HSBC Global Investment Research mempertahankan proyeksi IHSG pada level 6.200 hingga akhir tahun 2026. Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Investment Research, Herald van der Linde, menyatakan bahwa target tersebut mencerminkan potensi kenaikan yang relatif terbatas sekitar 1,7 persen dari posisi saat ini.

Kondisi ini menyusul performa pasar saham domestik sepanjang September 2026 yang cukup berat. IHSG mencatatkan pelemahan sebesar 6,58 persen atau turun 429,62 poin selama satu bulan terakhir. Kondisi ini berbeda dengan periode sebelumnya ketika IHSG dibuka menguat dan memberikan optimisme bagi investor di pasar modal.

Simpulan

IHSG membuka perdagangan awal Oktober 2026 dengan koreksi tipis ke level 6.068,24. Sektor teknologi menjadi pemberat utama indeks akibat anjloknya saham GOTO sebesar 12,50 persen, sementara sektor energi masih mampu memberikan perlawanan dengan penguatan moderat.

Secara teknikal, pergerakan indeks ke depan sangat bergantung pada kemampuannya menjaga level support 6.013. Dengan target akhir tahun di level 6.200 menurut proyeksi HSBC, ruang penguatan IHSG dinilai masih tersedia namun cukup terbatas di sisa kuartal terakhir tahun ini.