Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis daftar wilayah Indonesia yang diprediksi mulai memasuki awal musim hujan Oktober 2026. Sebagian besar wilayah lain di tanah air baru akan mengawali musim basah ini pada November dan Desember mendatang karena adanya pergeseran waktu dari kondisi normal.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa permulaan musim hujan di setiap wilayah Indonesia tidak terjadi secara serentak. Secara umum, awal musim hujan diprediksi mundur atau lebih lambat dibandingkan dengan rata-rata klimatologisnya. Informasi ini selaras dengan laporan berkala di mana BMKG ungkap daftar daerah berpotensi hujan untuk kesiapsiagaan publik.
"Awal musim hujan di Indonesia terjadi tidak bersamaan. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi memasuki musim hujan pada bulan November dan Desember 2026," kata Faisal dalam keterangannya.
Meskipun datang terlambat, akumulasi curah hujan sepanjang periode 2026/2027 diperkirakan tetap berada pada kategori normal. Artinya, intensitas hujan yang turun relatif sama dengan kondisi tahunan sebelumnya. Beberapa daerah pun diimbau mempersiapkan lingkungan secara mandiri, seperti aksi komunitas saat Gerindra Ngaliyan tanam seratus pohon dan bersih lingkungan hadapi musim hujan baru-baru ini.
Wilayah Memasuki Awal Musim Hujan Oktober 2026
Pada bulan Oktober 2026, BMKG memproyeksikan transisi musim hujan akan terjadi di 63 Zona Musim (ZOM) di Indonesia. Wilayah-wilayah tersebut meliputi sebagian Jawa Barat, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua.
Secara lebih rinci, berikut adalah daftar daerah yang diprediksi memasuki awal musim hujan pada Oktober 2026:
- Sebagian Sumatra
- Sebagian Jawa Barat
- Sebagian Kalimantan
- Sebagian Sulawesi Barat
- Sebagian kecil Sulawesi Tengah
- Sebagian Maluku Utara
- Sebagian Papua Barat Daya
- Sebagian Papua Barat
- Sebagian Papua
- Sebagian Papua Pegunungan
- Papua Tengah bagian Timur
Prakiraan Puncak Musim Hujan 2026/2027
BMKG juga memetakan periode puncak musim hujan yang akan berlangsung dari Desember 2026 hingga Februari 2027 secara bertahap di berbagai daerah.
Puncak pertama diprediksi terjadi pada Desember 2026 di 155 ZOM (sekitar 36,94 persen luas daratan Indonesia). Wilayah yang terdampak meliputi Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Gorontalo, Maluku, dan Papua.
Selanjutnya, sebanyak 162 ZOM (25,68 persen daratan) akan mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027. Wilayahnya mencakup Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatra, Lampung, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Terakhir, puncak musim hujan pada Februari 2027 diprediksi melanda 190 ZOM (16,79 persen daratan), meliputi Lampung, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Simpulan
Secara umum, mayoritas daerah di Indonesia baru akan memulai musim hujan pada bulan November dan Desember 2026. Kedatangan musim basah periode 2026/2027 ini diproyeksikan mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal.
Meskipun datang terlambat, akumulasi curah hujan diprediksi tetap normal. BMKG mengimbau masyarakat di daerah yang memasuki awal musim hujan pada Oktober 2026 untuk mulai melakukan persiapan dan mitigasi bencana hidrometeorologi.