MUFG Bank, Ltd. secara resmi melepas sebagian kepemilikan saham ADMF milik PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk senilai Rp436,32 miliar pada akhir September 2026. Langkah divestasi saham ini dilakukan khusus untuk mendukung kepatuhan perseroan terhadap ketentuan porsi saham publik atau free float.

Langkah divestasi ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan dalam negeri, di mana sebelumnya IHSG dibuka melemah tipis di awal Oktober 2026. Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), MUFG Bank menjual sebanyak 55.938.400 lembar saham biasa ADMF pada 29 September 2026. Transaksi penjualan tersebut disepakati pada harga Rp7.800 per lembar saham.

Detail Transaksi dan Perubahan Hak Suara

Penjualan aset ini bersifat kepemilikan langsung serta dipastikan tidak terkait dengan perjanjian pembelian kembali atau repurchase agreement (repo). Setelah transaksi ini rampung, porsi kepemilikan MUFG Bank pada saham ADMF mengalami penurunan dari semula 233.440.159 lembar saham menjadi 177.501.759 lembar saham.

Penurunan jumlah kepemilikan ini otomatis memangkas hak suara MUFG Bank dari 18,89 persen menjadi 14,36 persen, atau berkurang sebesar 4,53 persen. Kendati demikian, MUFG Bank menegaskan bahwa pihaknya masih memegang status sebagai pemegang saham pengendali ADMF dan tetap berkomitmen untuk mempertahankan pengendalian tersebut.

Hingga saat ini, laporan resmi OJK belum memerinci siapa pihak pembeli dari saham yang dilepas tersebut. Mekanisme perdagangannya juga tidak disebutkan secara detail, baik yang dilakukan melalui pasar reguler maupun lewat pasar negosiasi.

Penjelasan Resmi Manajemen Adira Finance

Menanggapi transaksi tersebut, Sekretaris Perusahaan Adira Finance, Veronika Dyah Puspitaningrum, memberikan penjelasan tertulis. Ia menyatakan bahwa hingga 29 September 2026, pihak internal perseroan belum menerima informasi atau fakta material yang berpotensi memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi para pemegang saham.

"Perseroan tidak mengetahui adanya informasi, fakta, atau kejadian penting lain yang material dan belum diungkapkan kepada publik," jelas Veronika.

Veronika juga menambahkan bahwa Adira Finance belum menyusun rencana aksi korporasi lainnya dalam jangka waktu tiga bulan ke depan, termasuk rencana yang berimbas pada status pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan informasi internal dan penjelasan pemegang saham utama, belum ada rencana strategis baru mengenai kepemilikan saham ADMF ke depannya.

Simpulan

Penjualan saham ADMF oleh MUFG Bank senilai Rp436,32 miliar murni ditujukan untuk memenuhi aturan free float yang ditetapkan regulator. Langkah kepatuhan ini tidak menggeser kedudukan MUFG Bank sebagai pemegang saham pengendali di perusahaan pembiayaan tersebut.

Manajemen Adira Finance memastikan operasional dan rencana kerja perusahaan tetap berjalan normal tanpa adanya rencana aksi korporasi jangka pendek yang mendesak.