PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana PT Jhonlin Baratama dalam mengakuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Klarifikasi ini disampaikan untuk merespons permintaan Bursa atas keterbukaan informasi yang sebelumnya diumumkan oleh BYAN pada 17 September 2026 mengenai penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat.
Berdasarkan keterangan manajemen, JARR dan PT Jhonlin Baratama tidak memiliki hubungan kepemilikan saham secara langsung maupun tidak langsung. Kendati demikian, kedua perusahaan tersebut mempunyai hubungan afiliasi karena berada di bawah pengendali utama yang sama, yakni Haji Isam atau H. Samsudin Andi Arsyad, serta tergabung dalam Jhonlin Group.
Meski berada di bawah payung pengendali yang sama, manajemen memastikan tidak ada kesamaan jajaran Dewan Komisaris maupun Direksi di antara kedua entitas tersebut. Seluruh pengurus JARR disebut tetap menjalankan tugasnya secara independen dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Penegasan Posisi JARR dalam Transaksi Jhonlin Baratama
Menjawab pertanyaan lanjutan dari BEI, manajemen JARR memastikan tidak ada keterlibatan sama sekali dalam rencana pembelian saham BYAN oleh Jhonlin Baratama. Perusahaan menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut sepenuhnya merupakan ranah dan urusan internal Jhonlin Baratama yang terpisah dari JARR.
Selain itu, perseroan memastikan tidak ada penggunaan fasilitas, sumber daya, aset, maupun bentuk dukungan lainnya milik JARR dalam perencanaan hingga pelaksanaan transaksi itu. Hingga surat penjelasan tersebut disampaikan, tidak ada alokasi arus kas, pinjaman, fasilitas pembiayaan, atau pendanaan apa pun yang diberikan kepada Jhonlin Baratama.
Atas dasar absennya keterlibatan tersebut, JARR menyatakan bahwa rencana akuisisi BYAN tidak akan menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan, kegiatan operasional, hasil usaha, arus kas, maupun kelangsungan usaha perseroan. Kinerja keuangan dan operasional JARR dipastikan tetap berjalan normal sesuai rencana kerja.
Manajemen juga mengonfirmasi belum ada informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan kepada publik yang berpotensi memengaruhi harga saham perseroan. Pihak JARR berkomitmen untuk senantiasa menerapkan prinsip keterbukaan informasi sesuai regulasi yang berlaku apabila terdapat perkembangan di masa mendatang.