PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mengumumkan pengunduran diri dua pejabat penting di jajaran pengurus perusahaan, yakni Presiden Komisaris Hashim S. Djojohadikusumo dan Direktur Henny Santoso. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, manajemen perusahaan menerima surat pengunduran diri tersebut dalam waktu yang berbeda menjelang akhir September hingga awal Oktober 2026.
Surat pengunduran diri Hashim S. Djojohadikusumo tertanggal 29 September 2026 dan diterima oleh pihak perseroan pada keesokan harinya, yaitu 30 September 2026. Melalui surat tersebut, Hashim resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Perseroan.
Selain itu, Hashim juga meminta perusahaan untuk mengambil seluruh tindakan yang diperlukan. Langkah tersebut mencakup penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham dalam jangka waktu yang telah ditentukan sesuai dengan Anggaran Dasar perseroan guna memutuskan pengunduran dirinya.
Di sisi lain, Direktur Henny Santoso menyampaikan surat pengunduran dirinya pada 1 Oktober 2026 dan diterima pada hari yang sama. Pengunduran diri Henny akan berlaku efektif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Anggaran Dasar perseroan, serta keputusan RUPS.
Henny turut meminta perseroan agar menempuh tindakan administratif dan korporasi yang diperlukan. Hal ini meliputi pelaksanaan RUPS serta pemenuhan kewajiban pelaporan kepada OJK dan instansi berwenang lainnya.
Jadwal RUPSLB dan Dampak Perusahaan
Menindaklanjuti permohonan tersebut, manajemen PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 21 Oktober 2026. Agenda utama dalam RUPSLB ini adalah membahas perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perseroan.
Manajemen memastikan bahwa pengunduran diri kedua pengurus ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan. Aktivitas bisnis perseroan bersama entitas anak dipastikan tetap berjalan normal seperti biasa.
Simpulan
Pengunduran diri Hashim S. Djojohadikusumo dari kursi Komisaris Utama serta Henny Santoso dari posisi Direktur WIFI ditindaklanjuti perusahaan melalui rencana pelaksanaan RUPSLB pada 21 Oktober 2026.
Manajemen memastikan dinamika kepengurusan ini tidak mengganggu operasional maupun kelangsungan usaha perseroan.