Menjaga kestabilan kadar gula darah dan mencegah penumpukan lemak seringkali menjadi tantangan tersendiri, terutama setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan kalori yang tinggi. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membagikan tips sederhana yang bisa diterapkan untuk mengatasi hal tersebut.

Dalam keterangannya pada Kamis (24/9/2026), dr Yaze menjelaskan bahwa menyempatkan diri berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit pasca makan memberikan manfaat nyata bagi metabolisme tubuh. Aktivitas fisik ringan ini membantu tubuh memanfaatkan glukosa secara langsung sehingga tidak sempat tersimpan sebagai cadangan lemak baru.

Ia menuturkan, kebiasaan tersebut membuat glukosa dari makanan yang baru dikonsumsi langsung dipakai oleh otot untuk dijadikan energi. Di sisi lain, pembiasaan bergerak setelah makan juga berperan penting menjaga gula darah tetap stabil.

Batasan Manfaat Jalan Kaki

Meskipun efektif mencegah pembentukan lemak baru, dr Yaze mengingatkan bahwa kebiasaan jalan kaki singkat tersebut tidak bisa diandalkan untuk merontokkan lemak lama yang sudah telanjur mengendap di dalam tubuh.

Upaya untuk melunturkan lemak lama tetap memerlukan kombinasi penanganan yang komprehensif. Langkah yang diperlukan meliputi olahraga teratur, proses pembentukan massa otot, serta penerapan pola makan dengan defisit kalori.

Hal serupa juga berlaku pada penggunaan produk obat pemblokir lemak atau fat blocker. Menurut dr Yaze, produk tersebut hanya berfungsi menghalangi penyerapan makanan yang baru dikonsumsi, bukan menghilangkan timbunan lemak yang sudah lama ada.

Hindari Jadikan Olahraga sebagai Hukuman

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak memandang aktivitas fisik atau olahraga sebagai bentuk hukuman atas makanan yang telah disantap. Pola pikir keliru seperti makan berlebihan lalu memaksakan diri berolahraga berat selama berjam-jam sebaiknya dihindari.

Menjaga hubungan yang sehat antara pikiran, makanan, dan aktivitas fisik jauh lebih diutamakan agar kesehatan tubuh tetap terjaga secara optimal tanpa membebani mental.

Simpulan

Kebiasaan berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit setelah makan terbukti efektif membantu otot menggunakan glukosa secara langsung sebagai energi, sehingga mencegah terbentuknya cadangan lemak baru serta menjaga kestabilan gula darah.

Kendati demikian, aktivitas ringan ini tidak dapat menghilangkan lemak lama yang sudah mengendap di dalam tubuh. Pembakaran lemak lama tetap memerlukan kombinasi olahraga teratur, pembentukan massa otot, serta pola makan defisit kalori tanpa menjadikan olahraga sebagai bentuk hukuman.