Badan Gizi Nasional mulai menguji coba model penyajian Makan Bergizi Gratis secara prasmanan di lebih dari 60 dapur pada awal Oktober 2026. Skema baru ini menggantikan pola pembagian dalam kemasan paket dengan membawa makanan hangat langsung ke dalam ruang kelas sekolah.
Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa uji coba ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidangan yang diterima para siswa. Melalui sistem prasmanan, santapan dikirim dari dapur ke sekolah dalam kondisi hangat, sehingga durasi antara selesai dimasak dan waktu makan menjadi jauh lebih singkat.
Berdasarkan laporan Health Detikcom, konsep penyajian prasmanan di ruang kelas ini dikaji dengan mengacu pada sistem penyediaan makanan sekolah yang diterapkan di Jepang.
Alasan Penerapan Penyajian Prasmanan di Sekolah
Sudaryono mengungkapkan bahwa pertimbangan utama perubahan skema ini adalah menjaga kesegaran dan cita rasa makanan. Makanan yang dikonsumsi dalam keadaan hangat cenderung lebih nikmat serta meminimalisasi risiko penurunan kualitas hidangan.
Pemangkasan waktu tunggu pengiriman juga diharapkan mampu mencegah makanan mengalami kerusakan atau basi sebelum disantap. Selain itu, siswa mendapatkan fleksibilitas untuk mengambil porsi sesuai dengan tingkat kecukupan masing-masing.
"Sejauh ini tadi saya dapat laporan, tingkat kehabisan makanannya bagus. Jadi lebih fresh, kemudian ada yang mungkin mau nambah, masih ada sisa bisa nambah. Dan waste-nya lebih sedikit karena prasmanan," kata Sudaryono.
Tantangan dan Kesiapan Pelaksanaan di Lapangan
Penerapan sistem prasmanan memerlukan kesiapan teknis yang matang dari pihak sekolah dan pengelola dapur. Mekanisme pelayanan, sanitasi kebersihan, hingga penyediaan perlengkapan makan harus disiapkan dengan cermat.
Dalam pelaksanaannya, para siswa dapat dilibatkan secara bergiliran untuk membantu proses pelayanan makanan di kelas. Langkah ini dinilai dapat membangun kebiasaan baik dan kedisiplinan murid.
Sudaryono menegaskan bahwa sistem prasmanan ini membutuhkan pelatihan yang memadai agar dapat berjalan efektif dan rapi sebagaimana diterapkan di negara lain.
Simpulan
Uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis dengan skema prasmanan menjadi langkah Badan Gizi Nasional untuk menyajikan hidangan yang lebih segar, hangat, dan minim sampah makanan. Pola ini juga memberikan fleksibilitas porsi bagi siswa di sekolah.
Kelancaran sistem ini bergantung pada kesiapan fasilitas kebersihan, manajemen perlengkapan makan, serta pelatihan bagi petugas dapur dan pihak sekolah dalam melayani para murid.