Tim ilmuwan internasional berhasil mengidentifikasi satu spesies penguin baru yang berbeda dari catatan sebelumnya. Penemuan gentoo tenggara atau Pygoscelis kerguelensis ini tercatat sebagai spesies penguin baru pertama yang diberi nama resmi dalam lebih dari satu abad.

Studi terbaru tersebut dipimpin oleh para peneliti asal Chile bersama Universitas California. Mereka memublikasikan hasil temuan ini melalui jurnal Communications Biology setelah mendapati populasi tersebut luput dari pemantauan selama bertahun-tahun.

Wilayah hunian spesies ini berada di pulau-pulau terpencil Belahan Bumi Selatan yang sangat sulit dijangkau manusia. Tepatnya, mereka mendiami Kepulauan Kerguelen yang berjarak hampir 3.200 kilometer dari daratan berpenghuni permanen.

Bukti Genetik dan Empat Spesies Gentoo

Hasil penelitian menunjukkan bukti genetik bahwa penguin gentoo yang selama ini dianggap satu jenis ternyata terbagi menjadi empat spesies berbeda. Salah satu dari kelompok tersebut bahkan belum pernah mendapatkan pengakuan resmi sebelumnya.

Proses evolusi keempat spesies gentoo diperkirakan berlangsung selama 300.000 hingga 500.000 tahun lalu. Faktor isolasi geografis memegang peran sentral dalam evolusi ini, khususnya di garis pemisah utama Samudra Selatan yang memiliki perubahan suhu serta salinitas air yang tajam.

Pembagian empat spesies penguin gentoo berdasarkan wilayah geografisnya mencakup:

  • Pygoscelis ellsworthi di kawasan Antartika bagian selatan
  • Pygoscelis taeniata di perairan timur
  • Pygoscelis papua di Amerika Serikat bagian utara
  • Pygoscelis kerguelensis di dekat Garis Depan Kutub bagian tenggara

Secara fisik, spesies baru ini sangat mirip dengan kelompok gentoo lain yang memiliki warna punggung hitam dan bagian bawah tubuh putih. Perbedaan gentoo tenggara dengan kerabatnya terletak pada ukuran tubuh serta suara.

Organisme ini dikategorikan sebagai spesies kriptik karena tampak serupa dengan kerabatnya meskipun menyimpan perbedaan genetik signifikan. Para peneliti juga menaikkan status tiga populasi gentoo yang tadinya berupa subspesies menjadi spesies penuh akibat perbedaan genetik tersebut.

Adaptasi Lingkungan dan Ancaman Perubahan Iklim

Setiap spesies penguin gentoo menunjukkan bentuk adaptasi genetik yang khas terhadap lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Gentoo selatan memiliki ketahanan ekstrem dan penyimpanan lemak, sementara gentoo timur unggul dalam metabolisme karbohidrat serta kemampuan menyelam.

Di sisi lain, gentoo utara mempunyai keunggulan pada gen pencernaan serta kontraksi jantung. Adapun gentoo tenggara melengkapi keunikan adaptasi kelompok ini melalui karakteristik habitat sub-Antartika.

Kendati demikian, masa depan spesies penguin gentoo tenggara beserta dua spesies lain yang baru didefinisikan ulang kini menghadapi ancaman serius. Pemanasan global yang mengubah wilayah Antartika dan sub-Antartika menjadi pemicu utama kerentanan tersebut.

Sangat penting bagi lembaga konservasi di semua negara yang terlibat untuk meneliti dan mengambil tindakan yang tepat untuk menyelamatkan ketiga spesies penguin gentoo ini, kata Juliana Vianna selaku peneliti dan profesor ekosistem dan lingkungan di Andrés Bello National University Chili.

Simpulan

Penemuan spesies penguin gentoo tenggara menandai pencapaian penting dalam taksonomi burung laut setelah lebih dari seratus tahun. Pendekatan genetik integratif membuktikan adanya keanekaragaman hayati tersembunyi di wilayah terpencil.

Meski demikian, tantangan besar telah menanti di depan mata akibat laju perubahan iklim global. Perlindungan dan riset lanjutan dari lembaga konservasi internasional sangat diperlukan demi kelangsungan hidup spesies baru ini di habitat aslinya.