Bencana banjir melanda sejumlah provinsi di Thailand dan menyebabkan 19 orang meninggal dunia. Peristiwa ini juga berdampak pada sekitar 700.000 jiwa di kawasan Bangkok berdasarkan laporan pihak berwenang pada Senin 28 September 2026.

Kementerian Kesehatan Thailand menyampaikan bahwa musibah ini merata di 23 provinsi. Selain korban jiwa, kondisi tersebut turut mengganggu operasional 49 fasilitas kesehatan di berbagai wilayah terdampak.

Sebagian besar korban meninggal dunia diakibatkan oleh insiden tenggelam serta sengatan listrik. Menghadapi situasi darurat ini, pemerintah menetapkan kebijakan libur khusus selama dua hari di Bangkok beserta provinsi-provinsi di sekitarnya.

Dampak pada Fasilitas Kesehatan dan Rumah Tangga

Dari total 49 fasilitas kesehatan yang terimbas, sebanyak 24 unit masih mampu menjalankan operasionalnya secara normal. Sementara itu, tiga fasilitas mengalami penutupan sebagian dan 22 lainnya terpaksa menghentikan layanan medis.

Di ibu kota, sebanyak 329.000 rumah tangga yang mencakup sekitar 700.000 orang merasakan langsung dampak bencana alam ini. Wilayah Nong Chok mencatat curah hujan semalam mencapai 62 milimeter, disusul Lat Krabang 55 milimeter, serta Min Buri 52 milimeter.

Sejumlah kawasan tercatat mengalami hantaman terparah, antara lain Lat Krabang, Bang Kapi, Khan Na Yao, Sai Mai, Suan Luang, Saphan Sung, dan Lak Si. Sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Phetchaburi dan Vibhavadi Rangsit mulai bisa dilalui kendaraan meskipun genangan air masih bertahan di beberapa titik.

Penanganan dan Penyaluran Bantuan

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt menyatakan bahwa fokus utama petugas saat ini adalah menurunkan debit air pada kanal-kanal penting. Langkah tersebut dilakukan agar air dari permukiman warga dan jalan raya dapat segera surut melalui saluran utama seperti Prawet Burirom dan Lat Phrao.

Pemerintah Kota Bangkok juga telah mengevakuasi sekitar 1.500 pasien yang tidak dapat beranjak dari tempat tidur menuju rumah sakit kota. Di samping itu, distribusi bantuan logistik terus berjalan untuk meringankan beban warga.

Bantuan yang disalurkan mencakup makanan siap saji, air bersih, kendaraan bermuatan tinggi, perahu berdasar datar, hingga pengoperasian dapur umum keliling.

Simpulan

Banjir yang menerjang 23 provinsi di Thailand mengakibatkan 19 orang meninggal dunia dan berdampak luas bagi ratusan ribu penduduk. Pemerintah bersama otoritas setempat terus berupaya mempercepat surutnya genangan serta menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan.