PT Telkom Infrastruktur Indonesia bersama PT CCSI Konektivitas Digital resmi menyepakati kelanjutan pembangunan SKKL SUB-2 di Bali baru-baru ini. Proyek strategis ini dirancang untuk menghubungkan wilayah Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan guna memperkuat fondasi serta kapasitas jaringan telekomunikasi nasional.
Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan dilakukan langsung oleh Direktur Planning InfraNexia Ronny Arnaz bersama Direktur Utama CCSI-KD Peter Djatmiko. Langkah kolaboratif ini mempertegas komitmen bersama dalam mengembangkan sistem komunikasi kabel laut nasional.
Sinergi ini merupakan respon nyata untuk menjawab lonjakan kebutuhan kapasitas data yang terus tumbuh. Kerja sama ini sekaligus mendukung perluasan pasar seperti yang dibahas dalam rencana InfraNexia Bidik Pasar Konektivitas Pusat Data dan Infrastruktur AI secara nasional.
Tahapan Persiapan Pembangunan SKKL SUB-2
Melalui kesepakatan tersebut, kedua belah pihak segera menindaklanjuti berbagai persiapan teknis dan komersial sebelum menyusun perjanjian definitif. Kedua perusahaan juga sepakat membentuk Komite Manajemen Interim sebagai wadah koordinasi untuk mengawal seluruh tahapan proyek infrastruktur kabel laut ini.
Pembangunan infrastruktur digital terintegrasi diharapkan dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis ataupun isu sosial, seperti yang sering menjadi sorotan dalam dinamika Flexing Pencapaian dan Degradasi Pembangunan fisik di berbagai wilayah.
Sinergi Memperkuat Konektivitas Digital Nasional
Direktur Planning InfraNexia Ronny Arnaz menjelaskan bahwa pertumbuhan trafik layanan digital memerlukan kesiapan infrastruktur yang memadai. Menurutnya, perencanaan matang menjadi kunci utama dalam proyek interkoneksi antarpulau tersebut.
"Pengembangan infrastruktur konektivitas membutuhkan sinergi yang kuat dan perencanaan jangka panjang. Melalui pengembangan SKKL SUB-2 bersama CCSI-KD, kami ingin membangun fondasi yang semakin andal untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan data sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan ekosistem digital nasional,"
ujar Ronny.
Kehadiran jaringan kabel laut ini dirancang untuk menghubungkan jaringan antardaerah secara optimal sekaligus menyokong operasional pelaku industri nasional. Ronny menambahkan bahwa proyek ini memiliki nilai strategis yang jauh lebih luas dari sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata.
"Kami melihat SKKL SUB-2 bukan hanya sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat konektivitas Indonesia. Dengan kapabilitas yang saling melengkapi, kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi industri dan mendukung konektivitas yang semakin luas di Indonesia,"
pungkasnya.
Simpulan
Kesepakatan pembangunan SKKL SUB-2 antara InfraNexia dan CCSI-KD menandai komitmen kuat dalam memperluas jangkauan jaringan serat optik bawah laut yang menghubungkan Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan.
Melalui koordinasi intensif lewat Komite Manajemen Interim, seluruh aspek teknis dan komersial proyek ini akan dikawal bersama untuk memastikan realisasi infrastruktur berjalan sesuai rencana.
Kolaborasi strategis ini diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan trafik data masa depan sekaligus memberikan pondasi konektivitas yang andal bagi pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia.