BANYUWANGI - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Perhubungan resmi memberlakukan penataan ulang alur penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Kamis (1/10/2026). Langkah strategis tersebut diambil sebagai solusi cepat untuk mengatasi kemacetan horor yang sempat melumpuhkan jalur logistik vital penghubung Pulau Jawa dan Bali.

Berdasarkan skema baru yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, pengaturan lalu lintas muatan kini dibagi berdasarkan jenis kendaraan untuk memaksimalkan efisiensi. Truk bermuatan besar dan tronton sebagai pilar utama perekonomian diprioritaskan menggunakan dermaga Landing Craft, Machine (LCM) agar arus distribusi barang tidak terhambat.

"Untuk mobil pribadi dan kendaraan berukuran kecil dialihkan sepenuhnya melalui fasilitas Movable Bridge (MB) 1 hingga 4 di kawasan Pelabuhan Ketapang," ujar Emil, Kamis (1/10/2026).

Di balik kemacetan ekstrem yang sempat mengular hingga belasan kilometer, Emil mengungkap bahwa faktor pendisiplinan pengendara menjadi kendala utama di lapangan. Banyak pengemudi nekat mengambil jalur berlawanan arah atau "ngeblong" yang memicu kekacauan arus lalu lintas atau gridlock di area pelabuhan.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Jatim mendesak Kemenhub, ASDP, dan Pemda Banyuwangi untuk segera menghubungkan Dermaga Bulusan dengan Dermaga Utama LCM. Upaya ini bertujuan menciptakan integrasi jalur yang lebih mulus bagi pengguna jasa penyeberangan.

Dilema Keselamatan Pelayaran

Di sisi lain, pemerintah juga dihadapkan pada dilema terkait kebijakan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang membatasi jumlah muatan truk di atas kapal. Kebijakan tersebut tetap diberlakukan demi mengutamakan keselamatan pelayaran dan mencegah potensi kecelakaan laut.

"Ujung-ujungnya ini untuk kelancaran arus barang juga. Kebijakan ini kita jelaskan agar truk tronton lancar, namun faktor keselamatan dari KSOP jug tetap harus kita pahami bersama," tegas Emil.

Langkah penataan alur tersebut menyusul kondisi sebelumnya di mana puluhan kapal dikerahkan untuk mengurai kemacetan panjang di Pelabuhan Ketapang akibat lonjakan volume kendaraan logistik.

Data Arus Kendaraan Logistik

PT ASDP Indonesia Ferry mencatat peningkatan signifikan aktivitas truk logistik yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali dalam beberapa hari terakhir. Tren kenaikan harian terlihat konsisten sejak akhir September 2026.

TanggalJumlah Truk Menyeberang
Minggu, 27 September 20261.699 unit
Senin, 28 September 20262.160 unit
Selasa, 29 September 20262.223 unit
Total Akumulasi6.082 unit

Jumlah total pengguna jasa yang dilayani ASDP pada periode tersebut mencapai 18.067 kendaraan dan 61.330 penumpang. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa pihaknya menerapkan pengaturan operasional secara dinamis dengan memetakan kesiapan armada serta kapasitas dermaga secara real-time.

"Fokus utama kami saat ini adalah mempercepat penyerapan kendaraan. Dan mengurai antrean secara bertahap. Kapal dan dermaga dimaksimalkan, termasuk mempercepat proses sandar dan bongkar muat, tanpa pernah berkompromi terhadap aspek keselamatan pelayaran," pungkasnya.

Simpulan

Penataan ulang alur penyeberangan di Pelabuhan Ketapang menjadi jawaban atas kemacetan panjang yang sempat menghambat arus logistik. Pemisahan dermaga antara kendaraan pribadi dan angkutan barang diharapkan mampu memperlancar distribusi komoditas antara Pulau Jawa dan Bali.

Keberhasilan skema baru ini sangat bergantung pada kedisiplinan pengemudi di lapangan dan koordinasi antarinstansi dalam menjaga keselamatan pelayaran. Pemerintah juga terus mengupayakan integrasi dermaga sebagai solusi permanen untuk mencegah kepadatan di masa mendatang.