Sebanyak 25 armada kapal dioperasikan secara penuh untuk mengurai kemacetan panjang di Pelabuhan Ketapang pada Minggu, 27 September 2026. Langkah penanganan intensif tersebut diambil setelah antrean kendaraan mengular hingga belasan kilometer akibat gangguan operasional yang berlangsung sehari sebelumnya.

Hingga Minggu pukul 15.00 WIB, kepadatan lalu lintas masih tertahan di dua sisi lintasan penyeberangan. Ekor antrean kendaraan di area Ketapang tercatat membentang sekitar 12 kilometer. Kondisi serupa terjadi di seberang pulau, dengan panjang antrean di Gilimanuk mencapai 3 kilometer hingga kawasan Pertigaan Cekik.

Langkah Percepatan Operasional Penyeberangan

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menyampaikan bahwa pengoperasian puluhan kapal tersebut dibarengi dengan skema percepatan ritme layanan di dermaga. Kerja sama dilakukan bersama pemangku kepentingan lintas instansi serta asosiasi pelayaran setempat.

Strategi penguraian antrean difokuskan pada tiga langkah utama, yakni peningkatan jumlah trip penyeberangan, akselerasi proses sandar kapal di dermaga, serta optimalisasi durasi pemuatan kendaraan ke dalam kapal.

Kepadatan antrean penyeberangan antarpulau ini dinilai memberi pengaruh terhadap pergerakan angkutan barang. Pihak pelabuhan berupaya menekan waktu tunggu armada angkutan yang terjebak antrean jalan raya.

“Kami memahami kepadatan ini berdampak langsung pada sektor logistik. Seluruh unsur terus bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat siklus layanan. Kami mengimbau para pengguna jasa untuk tetap tertib dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran bersama,” kata Media.

Pengaturan arus kendaraan dan alur masuk pelabuhan terus dikawal ketat oleh personel gabungan agar laju bongkar muat kapal berjalan optimal hingga kondisi antrean berangsur normal.